Sistem Ekskresi Manusia

Sistem Ekskresi Manusia Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Sistem Ekskresi Manusia. Jika teman-teman sebelumnya ada belajar mengenai sistem pencernaan dan sistem pernapasan pada bab lain. Nah, hasil akhirnya itu merupakan zat sisa seperti feses dan CO2 yang jika terlalu lama atau terlalu banyak mengumpul didalam tubuh dapat mengganggu keseimbangan di dalam tubuh, dan ujung-ujungnya akan menyebabkan tubuh kita menjadi sakit.

System ekskresi yang bakal kita bahas, penting dalam memahami proses pengeluaran zat yang dihasilkan dari system pernafasan serta pencernaan. Maka itu, mari kita mulai membahas satu-persatu.

Pengertian

System sendiri datang dari bahasa latin (Systema) serta bahasa Yunani (Sustema) yaitu sebuah kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dikaitkan secara bersama agar memudahkan aliran energy, informasi, materi untuk mencapai sebuah maksud.

Ekskresi sendiri yaitu pengeluaran zat sisa metabolism dari dalam tubuh lewat organ-organ tertentu.

Jadi bisa kita simpulkan system ekskresi yaitu system yang mengatuh keseimbangan materi, energy yang ada di dalam tubuh kita dengan berfokus pada pengeluaran zat sisa yang tidak digunakan lagi. Baik mungkin saja udah terlalu banyak ya, secara sederhananya system ekskresi yaitu system yang mengatur pengeluaran zat sisa yang ada di dalam tubuh kita.

Organ Ekskresi

Organ ekskresi yaitu organ yang menyusun dari system ekskresi itu sendiri. Ada 4 organ yang menyusunnya serta ke 4 nya ini amat penting untuk tubuh kita. Empat organ itu yaitu paru-paru, hati, kulit, serta ginjal. Baik, kita mulai sesuai urutannya saja ya.

Paru-Paru

Paru ada 2 buah atau sepasang, teletak di rongga dada di tubuh kita, kanan serta kiri. Dipidahkan oleh mediastinum serta dibatasi tulang rusuk I (Os. Costae I) hingga ke diagfragmatika. Sisi kanan dari paru terdiri dari 3 lobus serta sisi kiri dari 2 lobus.

Fungsi paling utama paru, yaitu sebagai alat pernafasan. Tetapi dalam soal ini paru bakal mensekresikan zat sisa metabolismenya, yakni karbondioksida (CO2).

CO2 serta H2O yaitu zat sisa metabolism pernafasan, darah yang dari jaringan, lantas masuk ke dalam jantung sisi kiri, lantas dipompakan ke paru-paru. Di paru-paru lah, atau lebih tepatnya di alveoluslah CO2 serta H2O yang merupakan zat sisa di keluarkan serta ditukar dengan O2 serta kembali masuk ke jantung sisi kiri, serta dipompakan ke semua tubuh untuk memenuhi keperluan energy.

Hati

Hati terdapat di rongga perut sisi kanan pada kondisi normal. Ada di bawah diagfragmatika.

Hati menghasilkan empedu. Maka itu hati masuk ke dalam organ ekskresi dalam tubuh manusia. Empedu sendiri yaitu zat sisa metabolism, terdiri dari air, garam empedu, asam empedu, cholesterol, zat warna empedu, serta zat lain. Hati juga jadi tempat perombakan dari hemoglobin tua, ini jelas sangat bagus. Di mana bila hemoglobin udah tua, dia tidak berfungsi optimal. Setelah dirombak, terbentuklah bilirubin. Bilirubin serta empedu tadi di keluarkan secara bersama-sama ke dalam usus, di dalam usus bilirubin dipecah jadi sterkoblin, serta urobilin. Sterkobilin memberikan warna feses atau tinja. Urobilin memberikan warna urin.

Bila terjadi masalah dari pembentukan ataupun penyaluran, biasanya bakal terjadi penumpukan bilirubin dalam darah serta tidak adanya dalam feses. Bakal mengakibatkan warna urin atau feses putih/coklat, serta warna kulit kekuningan. Kerap kali disebut dengan orang yang mengidap penyakit kuning.

Kulit

Kulit yaitu sisi terluar dari permukaan tubuh. Berfungsi sebagai alat indra, alat pengeluaran, serta alat pengatur suhu tubuh. Nah, jelas kita di sini bakal membahas fungsi kulit sebagai alat pengeluaran, yang mungkin saja kelak akan menyambung juga sedikit sebagai alat pengatur suhu serta alat perlindungan tubuh.

Struktur kulit terdiri dari 3 lapisan paling utama, yakni: Epidermis atau kulit ari, dermis kulit jangat, endo dermis yang diisi cadangan lemak.

Dalam struktur kulit ini sisi yang berperan penting yaitu pada lapisan dermis. Di mana pada bagian ini lah yang berperan sebagai ekskresi. Misalnya: ketika rekan-rekan melakukan aktivitas berolahraga, suhu tubuh bakal meningkat, bakal bikin pembuluh darah di kapiler mengembang, hingga akan lebih banyak darah yang mengalir di sana. Hingga membuat kulit menjadi kemerahan. Tidak hanya itu keringat bakal di keluarkan sebagai penyeimbang dari darah yang banyak mengalir tadi, lantas keringat itu diuapkan, nah di sini suhu tubuh bakal turun.

Proses di atas juga yang memicu setelah berkeringat kita bakal merasa haus.

Ginjal

Pada versi manusia, ginjal adalah organ ekskresi paling utama. Adalah organ yang paling berat bekerja untuk membuang zat bekas serta mengatur keseimbangan beberapa zat dari dalam tubuh.

Bentuk ginjal sendiri seperti kacang merah besar. Ada 2 ginjal atau sepasang ginjal, di kanan serta kiri perut sisi atas belakang dari manusia. Bila dibelah secara membujur, bakal tampak sisi luar ginjal (korteks) serta sisi dalamnya (medulla, dan rongga-rongga ginjal (pelvis).

System yang bekerja di sini nyaris seutuhnya dilakukan oleh nefron. Nefron yaitu unit fungsional dari ginjal. Satu ginjal lebih kurang terdiri dari satu juta nefron.

Nefron terdiri dari beberapa sisi, terdiri atas kapsula bowman (yang ada glomerulus), tubulus proksimal, tubulus distal, serta lengkung henle.

Beberapa fungsi ginjal dalam proses ekskresi yaitu:

  • Mensekresikan zat sisa metabolisme, contoh urea, asam urat, kreatinin, keratin, serta zat lain yang bersifat toksin untuk tubuh kita
  • Mengatur volume plasma darah serta jumlah air di dalam tubuh.
  • Mengatur tekanan osmosis dalam darah, agar tubuh tidak kehilangan garam-garam yang penting dalam keseimbangan elektrolit.
  • Mengatur kandungan keasamam atau pHH dalam plasma darah serta cairan tubuh. Dengan mensekresikan urin yang bersifat asam atau basa.
  • Di dalam ginjal, terjadi proses paling penting untuk ekskresi yakni proses filtrasi, reabsorpsi, serta augmentasi hingga nanti terbentuklah urin serta akan di keluarkan dari tubuh.

Secara singkat kita bakal membahas lewat diagram dibawah ini. Yakni sebagai berikut ini:

Darah – menuju ke glomerulus – mengalami proses filtrasi – urine primer (urin bebas sel darah serta protein) -masuk ke dalam tubulus proksimal serta lengkung henle – terjadi reabsorpsi (penyerapan kembali glukosa, asam amino, garam) – urine sekunder – mengalir ke tubulus distal – terjadi proses augmentasi – penambahan beberapa zat yang tidak diperlukan – penambahan urea serta zat tertentu – urin sebenarnya.

 

Daftar Pustaka:

  1. Abdullah, Kirajuddin, dkk.2007.IPA TERPADU SMP dan MTs Jilid 3A untuk Kelas IX Semester 1.Jakarta:Erlangga
  2. Aryulina, Diah, dkk.2006.Biologi SMA dan MA untuk Kelas XI.Jakarta:Erlangga
  3. Djoko, Arisworo, dkk.2006.IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika).Jakarta:Grafindo Media Pratama
  4. Furqonita, Deswanty. 2007.Seri 3 BIOLOGI SMP kelas IX.Jakarta:Yudhistira

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Sistem Ekskresi Manusia. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

Sumber: