Sikap Anti Sosial

Sikap Anti Sosial Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Sikap Anti Sosial, dan tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Pengertian Sikap Anti Sosial

Menurut Kathleen Stassen Berger, sikap antisosial kerap dipandang sebagai sikap serta tingkah laku yang tidak memperhitungkan penilaian dan kehadiran orang lain maupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Sebuah tindakan antisosial termasuk juga dalam tindakan sosial yang bertujuan pada kehadiran orang lain atau ditujukan pada orang lain, walau beberapa aksi itu mempunyai arti subjektif untuk beberapa orang yang melakukannya. Tindakan-tindakan antisosial ini kerapkali menghadirkan kerugian untuk masyarakat luas sebab pada intinya si pelaku tidak suka pada kedisiplinan sosial (social order) yang diinginkan oleh beberapa anggota masyarakat yang lain.

 

Ciri-Ciri Sikap Antisosial

Pak singguh yaitu seorang entrepreneur meubel yang tinggal di lingkungan pedesaan. Jelas saja seperti yang kita pahami bersama, kehidupan sosial orang-orang pedesaan lebih terikat dengan adat istidat yang sudah mengakar kuat. Pak singguh merasa dirinya yaitu orang yang terpandang serta tiap kali ada orang yang memiliki hajat, ia tidak pernah menghadirinya. Sebagau orang yang berpikiran modern, pak singguh merasa hal semacam itu tidak butuh dilakukan. Lantaran menurut dia, bila hal semacam itu dilakukan cuma bakal menghabiskan waktu serta biaya saja. Dari deskripsi kasus Pak Singguh diatas, ada beberapa ciri dari sikap antisosial. Bisakah anda mengidentifikasi ciri sikap antisosial tersebut? Ya, kita coba bahas beberapa ciri yang ada dalam sikap antisosial.

  • Adanya ketidaksesuaian antara sikap seseorang dengan etika dalam masyarakat.
  • Adanya seseorang/sekumpulan orang yang berupaya untuk melakukan perlawanan pada etika yang berlaku dalam masyarakat.
  • Keadaan psikologis seseorang yang bertentangan dengan apa yang semestinya.
  • Ketidakmampuan seseorang untuk menjalani etika yang ada pada masyarakat.

Sebab Terjadinya Sikap Antisosial

  • Adanya etika atau nilai sosial yang tidak sesuai atau sejalan dengan keinginan masyarakat.
  • Kurang siapnya pola pemikiran masyarakat untuk menerima perubahan dalam tatanan masyarakat.
  • Ketidakmampuan seseorang untuk mengerti atau menerima bentukperbedaan sosial dalam masyarakat.
  • Adanya ideologi yang dipaksakan untuk masuk dalam lingkungan masyarakat.
  • Pemimpin yang kurang sigap serta tanggao atas fenomena sosial dalam masyarakat.

Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial

Dalam masyarakat ada beberapa bentuk sikap antisosial yang pada tingkatan tertentu bisa menyebabkan keresahan dalam masyarakat, yakni sebagai berikut ini:

Sikap Antisosial yang muncul lantaran deviasi individual

Deviasi individual bersumber pada beberapa aspek yang ada pada diri seseorang, contohnya karakter, penyakit, kecelakaan yang dihadapi seseorang, atau lantaran dampak sosiokultural yang bersifat unik pada individu.

Bentuk-bentuk sikap antisosial itu diantaranya sebagai berikut ini:

  • Pembandel, yakni orang yang tidak ingin tunduk pada nasehat orang yang ada di sekitarnya supaya ingin merubah pendiriannya.
  • Pembangkang, yakni orang yang tidak ingin tunduk pada peringatan beberapa orang yang berwenang di lingkungan itu.
  • Pelanggar, yakni orang yang tidak mematuhi etika umum atau masyarakat yang berlaku.
  • Penjahat, yakni orang yang meremehkan beberapa etika umum atau masyarakat hingga menyebabkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungan.

Sikap Antisosial Yang Muncul Lantaran Deviasi Situasional

Deviasi situasional adalah fungsi pengaruh beberapa kemampuan kondisi diluar individu atau dalam kondisi di mana individu adalah sisi yang integral di dalamnnya.

Bentuk sikap antisosial yang muncul yaitu sebagai berikut ini:

  • Degradasi moral atau demoralusasi lantaran kalimat keras serta radikal yang keluar dari mulut pekerja-pekerja yang tidakmempunyai pekerjaan di tempat kerjanya
  • Perilaku kasar pada kelompok remaja
  • Tekanan batin yang dihadapi oleh perempuan-perempuan yang mengalami masa-masa menopause.
  • Deviasiseksual yang terjadi lantaran seseorang menunda perkawinan.
  • Homoseksualitas yang terjadi pada narapidana didalam instansi permasyarakatan.  

Sikap Antisosial Yang Muncul Lantaran Deviasi Biologis

Beberapa bentuk deferensiasi biologis yang bisa menyebabkan deviasi biologis yaitu sebagai berikut ini:

  • Ciri ras, seperti tinggi tubuh, roman muka, bentuk tubuh.
  • Ciri biologis yang aneh, cacat lantaran luka, cacat lantaran kelahiran, anak kembar.  
  • Ciri lantaran masalah fisik, seperti kehilangan anggota tubuh, masalah sensorik.
  • Disfungsi tubuh yang tidak bisa dikontrol lagi, seperti epilepsi, tremor.
  • Bentuk sikap antisosial yang muncul yaitu egoisme, rasisme, rasialisme, serta streotip.
  1. Egoisme, yakni sebuah bentuk sikap dimana seseorang merasa dirinya yaitu yang paling unggul atas segalanya serta tidak ada orang atau benda apa pun yang mampu jadi kompetitornya.
  2. Rasisme, yakni sebuah sikap yang didasarkan pada keyakinan kalau sebuah ciri yang bisa dilihat serta dianggap diwarisi seperti warna kulit meruapak sebuah tanda tentang unferioritas yang membenarkan perlakuan diskriminasi pada orang yang memiliki ciri itu.
  3. Rasialisme, yakni sebuah peneraoan sikap diskriminasi pada golongan ras lain. Contohnya duskriminasi ras yang pernah terjadi di Afrika Selatan
  4. Stereotip, yakni citra kaku tentang sebuah ras atau budaya yang diyakini tanpa memperhatikan kebenaran citra itu. Contohnya stereotip masyarakat jawa yaitu lemah-lembut serta lamban dalam melakukan suatu hal. Stereotip itu tidak senantiasa benar, lantaran tidak semya orang jawa mempunyai karakter itu.
  • Sikap antisosial yang bersifat sosiokultural (budaya yang ada di dalam masyarakat) beberapa bentuk sikap antisosial yang bersifat sosiokultural yakni primodialisme, etnosentrisme, sekularisme, hedonisme, fanatisme, serta diskriminasi.
  • Primodialisme, yakni sikap/pandangan yang memberikan sikap berpedoman teguh pada beberapa hal yang mulai sejak semula menempel pada diri individu seperti suku bangsa, ras, agama maupun asal usul kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, lantas meluas serta berkembang.
  • Etnosentrisme, yakni sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan memakai ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya.
  • Sekularisme, yakni sikap yang lebih memprioritaskan beberapa hal yang bersifat nongamis, seperti tehnologi, ilmu dan pengetahuan, hingga keperluan agamis seolah-olah dikesampingkan.
  • Hedonisme, yakni sebuah sikap manusia yang mendasarkan diet pada pola kehidupan yang serba elegan, glamour, serta meletakkan kesenangan materil diatas segala-galanya.
  • Fanatisme, yakni sikap yang mencintai atau menyukai sebuah hal secara berlebihan.
  • Diskriminasi, yaitu sikap yang disebut usaha untuk membedakan secara sengaja pada beberapa kelompok yang terkait dengan beberapa kepentingan spesifik. Contohnya diskriminasi ras yang dahulu pernah terjadi di Afrika Selatan yang di kenal dengan politik apartheid, di mana kelompok orang-orang kulit putih menduduki susunan sosial tertinggi dari pada kelompok orang-orang kulit hitam.

 Sifat – Sifat Sikap Anti Sosial

Bersumber pada sifatnya, tindakan antisosial bisa dibedakan jadi dua, yakni:

Tindakan Antisosial Yang Dilakukan Secara Sengaja

Tindakan ini dilakukan secara sadar oleh pelaku, namun tetap tidak memperhitungkan penilaian orang lain pada perbuatannya itu. Contohnya, vandalisme; graffiti pada tembok tempat tinggal orang lain.

Tindakan Antisosial Lantaran Tidak Peduli

Tindakan ini dilakukan ketidakpedulian si pelaku pada kehadiran masyarakat di sekelilingnya. Contohnya, buang sampah di sembarang tempat; mengebut saat berkendara di jalan raya.

Tindakan antisosial tidak senantiasa dikelompokkan sebagai tindak kriminal serta menyebabkan pada pemenjaraan si pelaku. Ada beberapa tindakan antisosial yang tidak langsung merugikan orang lain, contohnya menarik diri atau mengasingkan diri dari pergaulan masyarakat sehari-hari, tetapi, beberapa tindakan antisosial adalah tindakan yang melanggar beberapa etika hukum serta merugikan orang lain.

Sikap-sikap antisosial yang dipunyai seseorang bukanlah sebuah sikap yang tetap, artinya pada suatu ketika dapat berubah jadi sikap konformitas. Aspek yang amat mempengaruhi sikap antisosial bakal menyusut bersamaan dengan semakin dewasanya umur seseorang. Bersamaan dengan perubahan mental serta kecerdasannya ketika semakin dewasa, seseorang dapat membedakan tindakan yang baik (sesuai sama beberapa etika sosial yang ada) serta tindakan yang buruk (bertentangan dengan beberapa etika sosial). Tetapi, bila hingga umur dewasa seseorang masihlah melakukan beberapa aksi tidak baik, ia mempunyai kelainan yang disebut dengan kepribadian sosial.

Soerjono Soekanto (1983 : 30-31) mencatat ada tiga istilah yang terkait dengan sikap antisosial, yakni sebagai berikut ini:

  • Antikonformitas (rebellion) Yakni sebuah pelanggaran pada beberapa etika serta nila-nilai sosial yang disengaja oleh individu atau sekumpulan orang. Contohnya, mengambil, bikin keributan, membunuh serta mengisolasi (mengasingkan) diri dari pergaulan masyarakat.
  • Aksi antisosial Yakni sebuah tindakan yang meletakkan kepentingan pribadi atau kepentingan golongan tertentu diatas kepentingan umum. Contohnya, membunyikan peralatan audio dengan volume yang tinggi ditempat ramai hingga mengganggu ketenangan orang lain, merekayasa keuangan sebuah organisasi untuk memperkaya diri sendiri serta keluarga, tidak ingin ikut gotong royong bersama warga sekitar dan sebagainya.
  • Antisosial grudge Yakni rasa sakit hati atau dendam pada masyarakat atau pada aturan sosial tertentu hingga menyebabkan tingkah laku menyeleweng. Sikap ini disebut juga dengan dendam anti sosial. Contohnya, minum minuman mengandung alkohol secara yang berlebih atau penyalahgunaan obat-obat terlarang lantaran merasa kurang dihargai oleh masyarakat sekitarnya.

Tindakan antisosial bisa diketemukan dalam banyak bentuk. Walau demikian, biasanya tindakan antisosial dikelompokkan jadi tiga type, yakni sebagai berikut ini:

  • Dilakukan di jalanTindakan antisosial ini dilakukan di lokasi jalan, hingga selanjutnya menyebabkan masalah untuk masyarakat di sekitar atau yang melewati jalan itu.
  • Dilakukan oleh tetangga  : Tetangga yang mengganggu bisa merubah kehidupan masyarakat sekitarnya. Walaupun cuma satu atau dua anggota dari masyarakat yang bersifat mengganggu, walau demikian mereka bisa mengakibatkan kerusakan kwalitas kehidupan dari masyarakat di sekelilingnya.
  • Dilakukan pada lingkungan sekitar  : Tindakan ini beresiko rusaknya alam lingkungan, sarana umum, serta benda-benda lain di sekelilingnya. Tidak hanya mengganggu keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat, usaha perbaikannya juga mengonsumsi biaya yang tidak kecil.

 

Referensi:

  1. Sudarmi, Sri. 2009. Sosiologi 1 Kelas X SMA/ MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  2. Muin, Idianto. 2006. Sosiologi SMA/ MA untuk kelas X. Jakarta: Erlangga.
  3. Muin, Idianto. 2004. Sosiologi SMA/ MA untuk kelas X. Jakarta: Erlangga.
  4. Suganda, Azis. 1997. Sosiologi 1 untuk SMU Kelas 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Shadily, Hassan. 1998. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Sikap Anti Sosial. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber: