Sifat Sistem Periodik Unsur-unsur

Sifat Sistem Periodik Unsur-unsur Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Sifat Periodik Unsur, berupa jari-jari atom, energi ionisasi, keelektronegatifan, afinitas elektron, sifat logam, dan titik leleh serta titik didih.

Jari-Jari Atom

Jari-jari atom yaitu jarak dari inti atom hingga kulit terluar. Untuk unsur-unsur yang segolongan, jari-jari atom semakin ke bawah semakin besar sebab jumlah kulit yang dipunyai atom semakin banyak, hingga kulit terluar semakin jauh dari inti atom.

Unsur-unsur yang seperiode mempunyai jumlah kulit yang sama. Akan tetapi, tidaklah memiliki arti mereka mempunyai jari-jari atom yang sama juga. Makin ke kanan letak unsur, proton serta elektron yang dipunyai semakin banyak, hingga tarik-menarik inti dengan elektron semakin kuat. Akibatnya, elektron-elektron terluar tertarik lebih dekat ke arah inti. Jadi, untuk unsur-unsur yang seperiode, jari-jari atom semakin ke kanan semakin kecil.

Dalam satu kelompok, konfigurasi unsur-unsur satu kelompok memiliki jumlah elektron valensi sama serta jumlah kulit makin bertambah. Akibatnya, jarak elektron valensi dengan inti makin jauh, hingga jari-jari atom dalam satu kelompok semakin ke bawah semakin besar.

Jadi bisa diambil kesimpulan:

  • Dalam satu kelompok, jari-jari atom makin bertambah besar dari atas ke bawah.
  • Dalam satu periode, jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan.

Daya Ionisasi

Daya ionisasi yaitu daya minimal yang dibutuhkan atom untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari sebuah atom atau ion dalam bentuk gas. Harga daya ionisasi di pengaruhi oleh besarnya nomer atom serta ukuran jari-jari atom. Semakin besar jari-jari atom, gaya tarik inti pada elektron terluar semakin lemah. Hal semacam itu memiliki arti elektron terluar akan lebih gampang terlepas, hingga daya yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron terluar semakin kecil.

  • Daya ionisasi kecil memiliki arti gampang melepaskan elektron.
  • Daya ionisasi besar memiliki arti sulit melepaskan elektron.

Daya ionisasi pertama dipakai oleh sebuah atom untuk melepaskan elektron kulit terluar, sedangkan daya ionisasi kedua dipakai oleh sebuah ion (ion +) untuk melepaskan elektronnya yang terikat paling lemah.

Unsur-unsur yang segolongan, daya ionisasinya semakin ke bawah makin kecil lantaran elektron terluar semakin jauh dari inti (gaya tarik inti semakin lemah), hingga elektron terluar semakin gampang dilepaskan. Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, gaya tarik inti semakin ke kanan semakin kuat, hingga daya ionisasi pada umumnya semakin ke kanan semakin besar.

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan yaitu kekuatan atau kecenderungan sebuah atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain. Umpamanya, fluorin mempunyai kecenderungan menarik elektron lebih kuat dari pada hidrogen. Jadi, bisa diambil kesimpulan kalau keelektronegatifan fluorin lebih besar dari pada hidrogen. Ide konsep keelektronegatifan ini pertama kalinya diajukan oleh Linus Pauling (1901 – 1994) pada tahun 1932.

Unsur-unsur yang segolongan, keelektronegatifan semakin ke bawah semakin kecil sebab gaya tarik inti semakin lemah. Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, keelektronegatifan semakin ke kanan semakin besar. Akan tetapi butuh diingat kalau kelompok VIIIA tidak memiliki keelektronegatifan. Hal semacam ini lantaran udah mempunyai 8 elektron di kulit terluar. Jadi keelektronegatifan paling besar ada pada kelompok VIIA.

Afinitas Elektron

Afinitas elektron yaitu daya yang mengikuti proses penambahan 1 elektron pada satu atom netral dalam bentuk gas, hingga terbentuk ion bermuatan –1. Afinitas elektron juga dinyatakan dalam kJ mol–1. Unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif, memiliki arti punya kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron dari pada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Semakin negatif nilai afinitas elektron, semakin besar kecenderungan unsur itu dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif). Dari karakter ini bisa diambil kesimpulan kalau:

  • Dalam satu kelompok, afinitas elektron cenderung makin berkurang dari atas ke bawah.
  • Dalam satu periode, afinitas elektron cenderung makin bertambah dari kiri ke kanan.

Kecuali unsur alkali tanah serta gas mulia, semua unsur kelompok paling utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron paling besar dipunyai oleh kelompok halogen.

Sifat Logam

Secara kimia, sifat logam dihubungkan dengan keelektronegatifan, yakni kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam bergantung pada daya ionisasi. Dilihat dari konfigurasi elektron, unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (mempunyai daya ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (mempunyai keelektronegatifan yang besar).

Sesuai dengan kecenderungan daya ionisasi serta keelektronegatifan, sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur yaitu:

  • Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan karakter nonlogam makin bertambah.
  • Dari atas ke bawah dalam satu kelompok, sifat logam makin bertambah, sedangkan karakter nonlogam makin berkurang.

Jadi, unsur-unsur logam terdapat di bagian kiri bawah system periodik unsur, sedangkan unsur-unsur nonlogam terdapat di bagian kanan-atas. Batas logam serta nonlogam pada system periodik kerap kali digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal, hingga unsur-unsur di sekitar daerah perbatasan pada logam serta nonlogam itu memiliki sifat logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur-unsur itu disebut dengan unsur metaloid. Misalnya yaitu boron dan silikon.

Titik Leleh serta Titik Didih

Dalam satu periode, titik cair serta titik didih naik dari kiri ke kanan hingga kelompok IVA, kemudian turun drastis. Titik cair serta titik didih paling rendah dipunyai oleh unsur kelompok VIIIA.

Dalam satu kelompok, nyatanya ada dua jenis kecenderungan: unsur-unsur kelompok IA – IVA, titik cair serta titik didih semakin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur kelompok VA – VIIIA, titik cair serta titik didihnya semakin tinggi.

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Sifat Periodik Unsur. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber: